ScienceTopedia
Postingan Terbaru
Loading...

Featured

Produk Pilihan

Perhatikan Aku ya

Tuesday, 13 October 2026

Simulasi Fluida

Simulasi Fluida

Laboratorium Fluida: Pascal, Archimedes, Hidrostatika

Laboratorium Fluida

Hukum Pascal, Hukum Archimedes, dan Hukum Utama Hidrostatika

Perhitungan sesuai pengaturanmu

Ingat!

    Di sekitarmu

      Coba pikirkan

      Lihat jawaban

      Monday, 7 September 2026

      Materi dan Kisi-Kisi IPA Fisika Kelas 7

       


      MODUL PEMBELAJARAN & 30 SOAL LATIHAN INTENSIF
      MENEMBUS PENILAIAN TENGAH SEMESTER (PTS) 1 - SUKSES MERAIH NILAI 100!
      Materi: Hakikat Sains, Besaran, Satuan, Alat Ukur, Konversi Metrik, & Pengukuran Presisi

       BAB 1: RANGKUMAN MATERI AJAR VISUAL & INTERAKTIF

      1.1 Hakikat Sains, Penyelidikan Ilmiah, & Sikap Ilmuwan

      Sains (IPA) adalah proses mengamati, menyelidiki, dan memahami pola-pola keteraturan di alam semesta. Metode ilmiah tersusun secara bertahap: Pengamatan -> Merumuskan Masalah -> Menyusun Hipotesis -> Melakukan Eksperimen -> Menganalisis Data -> Menarik Kesimpulan.
      Sikap Ilmiah Paling Utama: Peneliti wajib bersikap jujur dan objektif. Jika data hasil percobaan berbeda dari dugaan/hipotesis awal, data TIDAK BOLEH diubah atau dimanipulasi, melainkan dilaporkan apa adanya serta dicari penyebab ilmiahnya.

      1.2 Besaran Pokok, Besaran Turunan, & Satuan Baku

      • Besaran adalah segala sesuatu yang dapat diukur dan dinyatakan dengan angka serta memiliki satuan.
      • Besaran Pokok adalah besaran yang satuannya telah ditetapkan secara internasional dan tidak diturunkan dari besaran lain. Ada 7 besaran pokok dalam SI.
      • Besaran Turunan adalah besaran yang diturunkan dari satu atau beberapa besaran pokok. Contoh: Luas (m²), Volume (m³), Kecepatan (m/s), Massa Jenis (kg/m³), dan Gaya (Newton = kg·m/s²).
      • Satuan Baku adalah satuan standar internasional yang bernilai tetap bagi siapa saja (meter, kilogram, sekon), sedangkan Satuan Tidak Baku menghasilkan nilai berbeda-beda (jengkal, depa, langkah).



      Gambar 1.1: Kartu Visual 7 Besaran Pokok Sistem Internasional (SI) dan Alat Ukurnya

      1.3 Alat Ukur Panjang Presisi: Jangka Sorong & Mikrometer Sekrup



      Gambar 1.2: Anatomi dan Panduan Membaca Skala Jangka Sorong (Ketelitian 0,1 mm / 0,01 cm)



      Gambar 1.3: Anatomi dan Panduan Membaca Skala Mikrometer Sekrup (Ketelitian 0,01 mm)

      📌 RANGKUMAN CARA MEMBACA ALAT UKUR PANJANG
      • Jangka Sorong: Hasil = Skala Utama (cm) + (Garis Nonius x 0,01 cm). Fungsi rahang atas = ukur diameter dalam; rahang bawah = diameter luar/tebal; ekor = kedalaman.
      • Mikrometer Sekrup: Hasil = Skala Utama (mm) + (Skala Putar x 0,01 mm). Digunakan untuk benda sangat tipis (kawat, lempeng seng, kertas).
      • Mistar Biasa: Ketelitian 1 mm (0,1 cm). Mata harus tegak lurus untuk menghindari kesalahan paralaks.

      1.4 Pengukuran Massa, Volume Benda Tak Beraturan, & Massa Jenis



      Gambar 1.4: Pembacaan Neraca Ohaus 3 Lengan dan Pengukuran Volume Batu dengan Gelas Ukur

      📌 RUMUS PENTING MASSA, VOLUME, & MASSA JENIS
      • Massa Total Neraca 3 Lengan = Skala Lengan Ratusan + Skala Lengan Puluhan + Skala Lengan Satuan.
      • Volume Benda Tak Beraturan (Gelas Ukur): Volume Batu = Volume Akhir (V2) - Volume Mula-mula (V1). Catatan: 1 mL = 1 cm³.
      • Rumus Massa Jenis: ρ = m / V (satuan CGS: g/cm³; satuan SI: kg/m³). Konversi: 1 g/cm³ = 1.000 kg/m³.
      • Perbedaan Mutlak: Massa (jumlah materi, konstan di mana pun) vs Berat (gaya gravitasi w = m · g, nilainya berubah mengikuti gravitasi planet).

      1.5 Konversi Satuan Metrik, Notasi Ilmiah, & Kesalahan Pengukuran



      Gambar 1.5: Posisi Pengamatan Tegak Lurus untuk Mencegah Kesalahan Paralaks

      📌 ATURAN PENTING KONVERSI, NOTASI ILMIAH, & KALIBRASI
      • Konversi Volume Penting: 1 m³ = 1.000 liter = 1.000 dm³ = 1.000.000 cm³. (1 liter = 1 dm³ = 0,001 m³).
      • Notasi Ilmiah: Format baku a x 10ⁿ, dengan syarat 1 ≤ a < 10.
      • Bilangan Besar (Pangkat Positif): Geser koma ke kiri. Contoh: 150.000.000.000 m = 1,5 x 10¹¹ m.
      • Bilangan Sangat Kecil (Pangkat Negatif): Geser koma ke kanan. Contoh: 0,000035 m = 3,5 x 10⁻⁵ m.
      • Kesalahan Titik Nol (Sistematis): Penunjuk skala tidak tepat di angka nol sebelum digunakan. Solusi: Wajib melakukan kalibrasi.
      • Kesalahan Paralaks: Terjadi akibat mata pengamat miring saat membaca skala. Solusi: Mata wajib tegak lurus.


       Kisi-Kisi Soal PTS 1

      NO

      TUJUAN PEMBELAJARAN

      LINGKUP MATERI

      ELEMEN

      KELAS

      INDIKATOR SOAL

      1

      Memahami dan menerapkan konsep besaran & satuan.

      Besaran Pokok dan Turunan

      Pemahaman IPA

      VII

      Menganalisis materi besaran pokok dan turunan sesuai indikator soal ASTS.

      2

      Memahami dan menerapkan konsep alat ukur.

      Jangka Sorong, Mikrometer, Neraca Ohaus

      Pemahaman IPA

      VII

      Menganalisis materi jangka sorong, mikrometer, neraca ohaus sesuai indikator soal ASTS.

      3

      Memahami dan menerapkan konsep massa jenis.

      Volume, Massa Jenis, Konversi

      Pemahaman IPA

      VII

      Menganalisis materi volume, massa jenis, konversi sesuai indikator soal ASTS.

      4

      Memahami dan menerapkan konsep zat dan wujud.

      Padat, Cair, Gas

      Pemahaman IPA

      VII

      Menganalisis materi padat, cair, gas sesuai indikator soal ASTS.

      5

      Memahami dan menerapkan konsep campuran dan sifat zat.

      Homogen, Heterogen, Sifat Fisika/Kimia

      Pemahaman IPA

      VII

      Menganalisis materi homogen, heterogen, sifat fisika/kimia sesuai indikator soal ASTS.

      6

      Memahami dan menerapkan konsep perubahan zat.

      Perubahan Fisika dan Kimia

      Pemahaman IPA

      VII

      Menganalisis materi perubahan fisika dan kimia sesuai indikator soal ASTS.

      7

      Memahami dan menerapkan konsep essay pengukuran.

      Kesalahan Pengukuran dan Alat Ukur

      Pemahaman IPA

      VII

      Menganalisis materi kesalahan pengukuran dan alat ukur sesuai indikator soal ASTS.

      8

      Memahami dan menerapkan konsep essay konversi.

      Notasi Ilmiah dan Konversi SI

      Pemahaman IPA

      VII

      Menganalisis materi notasi ilmiah dan konversi si sesuai indikator soal ASTS.

      9

      Memahami dan menerapkan konsep essay massa jenis.

      Massa Jenis dan Konversi SI

      Pemahaman IPA

      VII

      Menganalisis materi massa jenis dan konversi si sesuai indikator soal ASTS.

      10

      Memahami dan menerapkan konsep essay massa & berat.

      Gravitasi dan Berat

      Pemahaman IPA

      VII

      Menganalisis materi gravitasi dan berat sesuai indikator soal ASTS.

      11

      Memahami dan menerapkan konsep essay wujud zat.

      Susunan Partikel

      Pemahaman IPA

      VII

      Menganalisis materi susunan partikel sesuai indikator soal ASTS.

      12

      Memahami dan menerapkan konsep essay perubahan zat.

      Analisis Perubahan Fisika/Kimia

      Pemahaman IPA

      VII

      Menganalisis materi analisis perubahan fisika/kimia sesuai indikator soal ASTS.

      BAB 2: 30 SOAL LATIHAN MANDIRI INTENSIF SIAP PTS 1

      Petunjuk: Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat (A, B, C, atau D). Kerjakanlah secara jujur dan mandiri untuk melatih kesiapan logikamu sebelum melihat kunci jawaban di halaman akhir!

      1. Sikap Ilmiah Peneliti
      Ketika hipotesis awal yang kita susun ternyata tidak sesuai dengan data hasil percobaan laboratorium, tindakan yang paling tepat secara ilmiah adalah...
         A. Mengubah hipotesis awal secara diam-diam agar cocok
         B. Memanipulasi angka pengukuran agar laporan terlihat bagus
         C. Mengakui hasil pengamatan secara jujur dan mencari tahu penyebab ilmiahnya
         D. Menganggap praktikum gagal total dan membuang semua data

      2. Kriteria Besaran Fisika
      Sesuatu dapat disebut sebagai besaran fisika apabila memenuhi syarat...
         A. Menarik dan memiliki warna yang mencolok
         B. Dapat diukur dan nilainya dapat dinyatakan dengan angka serta satuan
         C. Memiliki wujud padat dan berat yang besar
         D. Berasal dari alam gaib yang tidak terlihat

      3. Besaran Pokok dan Satuan SI
      Di bawah ini yang merupakan kelompok besaran pokok lengkap dengan satuan Sistem Internasional (SI) yang tepat adalah...
         A. Panjang (cm), massa (kg), waktu (jam)
         B. Massa (kg), panjang (m), waktu (sekon)
         C. Suhu (Celcius), volume (liter), gaya (Newton)
         D. Kuat arus (Ampere), luas (meter persegi), berat (kg)

      4. Kelompok Besaran Turunan
      Kelompok besaran berikut ini yang semuanya tergolong besaran turunan adalah...
         A. Kecepatan, percepatan, dan gaya
         B. Massa, waktu, dan suhu
         C. Panjang, lebar, dan tinggi
         D. Kuat arus, luas, dan volume

      5. Penurunan Besaran Kecepatan
      Besaran kecepatan dirumuskan sebagai perpindahan (panjang) dibagi selang waktu. Berarti kecepatan diturunkan dari besaran pokok...
         A. Massa dan waktu
         B. Panjang dan waktu
         C. Panjang dan massa
         D. Gaya dan percepatan

      6. Ciri Satuan Baku
      Salah satu syarat mutlak agar suatu satuan dapat dijadikan sebagai satuan baku internasional adalah...
         A. Mudah berubah mengikuti suhu lingkungan
         B. Hanya berlaku di negara maju saja
         C. Memiliki nilai yang tetap dan tidak berubah di mana pun digunakan
         D. Berukuran persis sama dengan anggota tubuh manusia

      7. Contoh Satuan Tidak Baku
      Contoh kegiatan pengukuran berikut ini yang menggunakan satuan tidak baku adalah...
         A. Ibu membeli 2 kilogram beras di warung
         B. Dodi mengukur lebar pintu kelas menggunakan 5 jengkal tangannya
         C. Pelari menempuh jarak 100 meter dalam waktu 12 sekon
         D. Adik meminum obat sirup penurun panas sebanyak 5 mililiter

      8. Ketelitian Mistar Penggaris
      Skala terkecil yang dimiliki oleh penggaris plastik atau mistar kayu pada umumnya adalah...
         A. 0,01 mm
         B. 0,1 mm
         C. 1 mm
         D. 1 cm

      9. Fungsi Rahang Jangka Sorong
      Jika kita ingin mengukur diameter bagian dalam sebuah pipa paralon atau tabung reaksi, bagian jangka sorong yang digunakan adalah...
         A. Rahang bawah
         B. Rahang atas
         C. Ekor pengukur kedalaman
         D. Sekrup pengunci

      10. Ketelitian Jangka Sorong
      Tingkat ketelitian yang dimiliki oleh jangka sorong standar laboratorium adalah...
         A. 1 cm
         B. 1 mm
         C. 0,1 mm
         D. 0,001 mm

      11. Pembacaan Jangka Sorong Kasus 1
      Hasil pengukuran jangka sorong menunjukkan skala utama 3,2 cm, dan garis skala nonius ke-4 berimpit lurus dengan garis skala utama. Hasil pengukurannya adalah...
         A. 3,24 cm
         B. 3,60 cm
         C. 3,24 mm
         D. 3,04 cm

      12. Pembacaan Jangka Sorong Kasus 2
      Sebuah kelereng diukur dengan jangka sorong. Skala utama menunjukkan 1,8 cm dan garis nonius ke-7 berimpit tegak lurus. Diameter kelereng tersebut adalah...
         A. 1,87 mm
         B. 1,87 cm
         C. 2,50 cm
         D. 1,807 cm

      13. Pemilihan Mikrometer Sekrup
      Alat ukur panjang yang paling tepat digunakan untuk mengukur ketebalan keping silet atau diameter sehelai kawat tipis adalah...
         A. Mistar gulung (rol meter)
         B. Jangka sorong
         C. Mikrometer sekrup
         D. Neraca pegas

      14. Ketelitian Mikrometer Sekrup
      Tingkat ketelitian mikrometer sekrup adalah sebesar...
         A. 1 mm
         B. 0,1 mm
         C. 0,01 mm
         D. 0,001 mm

      15. Pembacaan Mikrometer Sekrup Kasus 1
      Pada mikrometer sekrup, skala utama tabung menunjukkan angka 4,5 mm dan garis skala putar menunjuk ke angka 25. Hasil pengukurannya adalah...
         A. 4,75 mm
         B. 4,25 mm
         C. 4,525 mm
         D. 7,00 mm

      16. Pembacaan Mikrometer Sekrup Kasus 2
      Skala utama mikrometer sekrup menunjukkan angka 7,0 mm dan skala nonius putar menunjukkan angka 40. Ketebalan benda tersebut adalah...
         A. 7,40 cm
         B. 7,04 mm
         C. 7,40 mm
         D. 11,0 mm

      17. Neraca Ohaus 3 Lengan Kasus 1
      Saat menimbang beban menggunakan neraca Ohaus 3 lengan, posisi anting penunjuk menunjukkan: lengan belakang 200 gram, lengan tengah 50 gram, dan lengan depan 3,4 gram. Massa total benda adalah...
         A. 253,4 gram
         B. 250,34 gram
         C. 25,34 gram
         D. 2.534 gram

      18. Neraca Ohaus 3 Lengan Kasus 2
      Sebongkah batu mineral ditimbang dengan neraca Ohaus 3 lengan. Lengan ratusan menunjukkan 400 g, lengan puluhan menunjukkan 80 g, dan lengan satuan menunjukkan 6,8 g. Massa batu tersebut adalah...
         A. 480,68 g
         B. 486,8 g
         C. 48,68 g
         D. 4.868 g

      19. Karakteristik Massa Benda
      Pernyataan yang benar mengenai massa suatu benda adalah...
         A. Nilai massa berubah jika benda dibawa ke luar angkasa
         B. Massa bergantung pada besar gaya gravitasi di suatu planet
         C. Massa adalah banyaknya materi yang terkandung dalam benda dan nilainya selalu tetap
         D. Massa diukur menggunakan dinamometer (neraca pegas)

      20. Massa di Bumi vs di Bulan
      Jika sebuah batu memiliki massa 12 kg saat diukur di Bumi, maka massa batu tersebut ketika dibawa ke permukaan Bulan adalah...
         A. 2 kg
         B. 6 kg
         C. 12 kg
         D. 0 kg

      21. Perhitungan Berat Benda di Bumi
      Sebuah benda memiliki massa 4 kg. Jika percepatan gravitasi Bumi di tempat tersebut adalah 10 m/s², berat benda tersebut di Bumi adalah...
         A. 0,4 Newton
         B. 4 Newton
         C. 14 Newton
         D. 40 Newton

      22. Volume Benda Tak Beraturan
      Gelas ukur diisi air hingga volume 50 mL. Setelah sebuah batu kerikil dimasukkan, volume air naik menunjukkan skala 78 mL. Volume batu tersebut adalah...
         A. 128 mL
         B. 78 mL
         C. 28 mL
         D. 14 mL

      23. Kesetaraan Mililiter ke Centimeter Kubik
      Volume sebuah benda tak beraturan yang terukur sebesar 45 mL sama nilainya dengan...
         A. 45 cm³
         B. 4,5 cm³
         C. 0,45 cm³
         D. 450 cm³

      24. Perhitungan Massa Jenis Balok
      Sebuah balok kayu bervolume 50 cm³ memiliki massa sebesar 40 gram. Massa jenis balok kayu tersebut adalah...
         A. 2.000 g/cm³
         B. 1,25 g/cm³
         C. 0,8 g/cm³
         D. 0,08 g/cm³

      25. Konversi Massa Jenis ke Satuan SI
      Sebuah cairan minyak pelumas memiliki massa jenis 1,2 g/cm³. Jika dinyatakan dalam satuan baku Sistem Internasional (SI) yaitu kg/m³, nilainya setara dengan...
         A. 12 kg/m³
         B. 120 kg/m³
         C. 1.200 kg/m³
         D. 12.000 kg/m³

      26. Konversi Satuan Panjang Metrik
      Panjang sebuah lintasan lari di stadion adalah 2,5 kilometer. Nilai tersebut jika dinyatakan dalam satuan meter adalah...
         A. 25 m
         B. 250 m
         C. 2.500 m
         D. 25.000 m

      27. Konversi Satuan Volume Metrik
      Sebuah tangki penampungan di perumahan berisi air sebanyak 3 m³. Volume air tersebut jika dinyatakan dalam satuan liter adalah...
         A. 30 liter
         B. 300 liter
         C. 3.000 liter
         D. 30.000 liter

      28. Notasi Ilmiah Bilangan Besar
      Massa planet Bumi diperkirakan sekitar 6.000.000.000.000.000.000.000.000 kg. Penulisan angka tersebut dalam bentuk notasi ilmiah yang benar adalah...
         A. 60 x 10²³ kg
         B. 6 x 10²⁴ kg
         C. 0,6 x 10²⁵ kg
         D. 6 x 10²¹ kg

      29. Notasi Ilmiah Bilangan Kecil
      Diameter sebuah partikel debu halus di udara adalah 0,000035 meter. Bentuk baku notasi ilmiahnya adalah...
         A. 3,5 x 10⁻⁵ m
         B. 35 x 10⁻⁶ m
         C. 3,5 x 10⁻⁴ m
         D. 0,35 x 10⁻⁴ m

      30. Analisis Kesalahan Paralaks
      Ketika seorang siswa membaca garis skala mistar dari arah samping miring (mata tidak tepat tegak lurus di atas garis skala), kesalahan pengukuran yang terjadi dinamakan...
         A. Kesalahan titik nol
         B. Kesalahan paralaks
         C. Kesalahan kalibrasi alat
         D. Kesalahan pembulatan nilai


      Featured

      [Featured][SMP]

      Featured

      [Featured][recentbylabel2]
      Notification
      Jika anda ingin melihat keseluruhan judul artikel anda dapat menggunakan fitur Daftar Pustaka
      Done
      /